• rtp ijp88ijp88 officialrtp forbes88rtp langkahslothttps://www.psycholog-blaszczyk.pl/rtp pastigacor88PG SOFTrtp ixplay88togel onlineagen sbobetpromo slot gacorofficial ijp88togel sydneyapk ijp88sabung ayamslot88data hkdata sdyslot gacor hari inislot qrisslot pulsaslot danaslot danaslot5 LION REBORNslot gacor 4dslot qrisslot danaslot pulsaslot thailandslot bet 200slot gacorslot totoagen slot777situs slotslot gacor onlineslot777situs slottoto
  • MTSN 9 Bantul

    Tim Riset MTsN 9 Bantul Raih Juara 1 LKTI se-DIY Jateng

    11 April 2026 superadmin 27

    Tim Riset MTsN 9 Bantul Raih Juara 1 LKTI se-DIY Jateng

    Bantul (MTsN 9 Bantul) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim riset MTsN 9 Bantul. Tim yang beranggotakan Farah dan Khalila, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam ajang Mandaya Islamic Competition (MIC) 2026 tingkat DIY-Jateng yang diselenggarakan oleh MAN 2 Yogyakarta pada Sabtu (11/04/2026).

     

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya riset dan literasi ilmiah di MTsN 9 Bantul terus berkembang dengan baik. Kompetisi LKTI yang diikuti oleh berbagai sekolah dari DIY dan Jawa Tengah tersebut merupakan ajang bergengsi yang menguji kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan menulis ilmiah siswa.

     

    Dalam lomba tersebut, kedua siswa MTsN 9 Bantul berhasil mempresentasikan karya ilmiah yang inovatif dan solutif sehingga mampu mengungguli peserta lainnya. Karya yang diusung dinilai memiliki keunggulan dari segi orisinalitas ide, kebermanfaatan, serta penyajian yang sistematis.

     

    Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa dan dukungan madrasah.

     

    “Kami sangat bangga atas prestasi ini. Semoga bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.

     

    Salah satu siswa pemenang, Farah mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang diraih. Ia mengaku bahwa proses penyusunan karya ilmiah membutuhkan ketekunan, kerja sama tim, serta bimbingan intensif dari guru.

     

    “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bangga bisa meraih Juara 1. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang penelitian,” ujarnya. (fdl)