26 Januari 2026 superadmin 9
Kulon Progo (MTsN 9 Bantul) — Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan penguatan program pada Senin (26/01/2026) bertempat di RM Iwak Kalen, Kulon Progo, dengan tuan rumah KKMTs Kulon Progo. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala MTs se-DIY sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan peningkatan mutu madrasah.
Ketua KKMTs DIY, Musa Surahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kali ini mengusung tema “Sinergi Madrasah untuk Mewujudkan Madrasah Unggul dan Berdaya Saing.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Dalam rangka mendukung terwujudnya madrasah unggul, KKMTs DIY akan melaksanakan workshop bagi guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dengan narasumber dari penulis buku nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi profesional guru, memperkaya strategi pembelajaran, serta memperkuat literasi dan numerasi peserta didik.
Dalam sambutannya, Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY menegaskan tagline “Madrasah Jogja Istimewa.” Ia menyampaikan bahwa Madrasah Istimewa adalah madrasah yang nyaman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi — dari Jogja untuk Indonesia. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dirancang harus benar-benar berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Selanjutnya, Ketua Tim I, Hj. Anita Isdarmini, menyampaikan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA), meskipun bukan satu-satunya syarat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, memiliki manfaat besar bagi madrasah. TKA tidak sekadar seperti ASPD yang digunakan sebagai syarat kelanjutan studi, tetapi menjadi instrumen penting untuk memetakan mutu dan mengevaluasi asesmen pembelajaran di madrasah.
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan karakter cinta ilmu pengetahuan kepada peserta didik sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademik. Persiapan TKA perlu dilakukan secara matang, termasuk pemanfaatan Buku TKA sebagai referensi belajar, kesiapan teknis seperti penyediaan listrik dan genset, serta menjunjung tinggi prinsip bahwa kejujuran adalah nomor satu.
Kegiatan KKMTs DIY ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun madrasah yang semakin berkualitas, profesional, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan semangat Madrasah Jogja Istimewa — dari Jogja untuk Indonesia. (ss)