5 September 2026 superadmin 7
Yogyakarta (Kemenag DIY) — Kepedulian keluarga besar Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi solidaritas. Total hingga Sabtu (5/9/2026) telah terkumpul donasi sebesar Rp224.334.400 untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.
“Seluruh bantuan ini telah dikirim melalui nomor rekening yang tertera dalam surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 7188/SJ/B.VI/HM.00/8/2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang donasi gempa NTT, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara,” ungkap Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, saat dihubungi Sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan rekapitulasi yang dihimpun, kontribusi berasal dari seluruh satuan kerja Kemenag se-DIY. Rinciannya, Kemenag Gunungkidul sebesar Rp33.891.500, Kemenag Kulon Progo Rp40.550.000, Kemenag Bantul Rp52.612.200, Kemenag Kota Yogyakarta Rp34.538.700, Kemenag Sleman Rp50.004.000, serta Kanwil Kemenag DIY Rp12.738.000.
Kakanwil Ahmad Bahiej menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata tentang nominal, melainkan tentang menghadirkan kepedulian secara nyata bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
“Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana. Yang kita hadirkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ada kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Kementerian Agama,” jelas Ahmad Bahiej.
Ia juga menegaskan, semangat berbagi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat terdampak. Karena itu, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami dampak bencana.
Seperti banyak diberitakan bahwa bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta, termasuk berdampak pada lembaga pendidikan keagamaan, ASN Kementerian Agama, dan tempat ibadah. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana, perhatian dan bantuan memiliki makna lebih dari sekadar materi. Bantuan yang tepat dapat menghadirkan sedikit ruang kenyamanan di tengah situasi yang penuh keterbatasan.
Ditambahkan Kepala Bagian Tata Usaha Abd. Suud, gerakan donasi ini juga menghadirkan pengalaman berbagi bagi keluarga besar Kemenag DIY. Dari berbagai unit kerja, ASN bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan kemanusiaan.
“Ini adalah pengalaman berbagi yang penting. Kita belajar bahwa bekerja sebagai bagian dari Kementerian Agama tidak hanya tentang melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan kemanusiaan,” tutur Abd. Suud.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus tumbuh dalam berbagai situasi, terutama ketika masyarakat menghadapi musibah.
“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama DIY yang telah berpartisipasi,” pungkas Abd. Suud. (bap)
Tim Humas dan Komunikasi Publik