Semarak Literasi Ramadan: Siswa MTsN 9 Bantul Perdana Ikuti Program JAWAKU-LIB di Perpustakaan Literarium

23 Februari 2026 superadmin 9

Semarak Literasi Ramadan: Siswa MTsN 9 Bantul Perdana Ikuti Program JAWAKU-LIB di Perpustakaan Literarium

Bantul (MTsN 9 Bantul) — Suasana bulan suci Ramadan 1447 H di MTsN 9 Bantul semakin bermakna dengan dimulainya program inovasi perpustakaan bertajuk Jadwal Wajib Kunjung Perpustakaan Literarium (JAWAKU-LIB) pada Senin (23/02/2026). Program ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat budaya literasi peserta didik secara terstruktur dan berkelanjutan.

 

JAWAKU-LIB merupakan inovasi dari Perpustakaan Literarium MTsN 9 Bantul yang bertujuan meningkatkan minat baca melalui kunjungan kelas secara berkala dan terintegrasi dengan mata pelajaran. Dengan konsep ini, perpustakaan tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan menjadi pusat aktivitas pembelajaran bagi seluruh civitas akademika.

 

Pada pelaksanaan perdana, siswa kelas VIIA mengikuti sesi pembelajaran di perpustakaan pada jam pelajaran pertama. Dibimbing oleh guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Anas Malik Hakimi, kegiatan difokuskan pada pembelajaran Al-Qur’an Tematik. Para siswa tidak hanya membaca ayat suci, tetapi juga menelusuri tafsir dan memahami tema-tema tertentu melalui berbagai referensi yang tersedia.

 

Suasana belajar berlangsung dinamis dan interaktif. Metode diskusi yang diterapkan membuat siswa tetap antusias meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Pembelajaran terasa lebih kontekstual dan menyenangkan karena siswa diajak mengeksplorasi makna ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

“Belajar di perpustakaan melalui program JAWAKU-LIB ini memberikan kesegaran baru bagi siswa. Di jam pertama yang biasanya masih transisi, mereka justru sangat semangat karena suasananya asyik dan materi Al-Qur’an Tematik ini sangat relevan dengan keseharian mereka,” ujar Anas Malik Hakimi.

 

Melalui program JAWAKU-LIB, MTsN 9 Bantul berharap budaya literasi semakin mengakar, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Perpustakaan diharapkan benar-benar menjadi jantung pembelajaran, sekaligus ruang tumbuhnya kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur’an di kalangan peserta didik. (yid)