21 April 2026 superadmin 21
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, MTsN 9 Bantul menggelar rapat koordinasi pengembangan kegiatan kokurikuler pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang guru ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas mata pelajaran dalam merancang program kokurikuler berbasis proyek (Project-Based Learning).
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek pendukung pelaksanaan kokurikuler, mulai dari penyusunan jadwal, pembagian tugas fasilitator, hingga kolaborasi penyusunan modul ajar. Selain itu, para guru juga bersama-sama merancang desain proyek terpadu bagi siswa Fase D (kelas VII, VIII, dan IX).
Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata, seperti buku cerita digital (digital storybook), e-modul interaktif, serta proyek literasi digital lainnya.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berbasis proyek sangat bergantung pada sinergi para pendidik.
“Pembelajaran saat ini menuntut siswa mampu berkolaborasi, berpikir kritis, dan melek digital. Oleh karena itu, guru juga harus menunjukkan kolaborasi yang kuat agar siswa dapat melihat keterkaitan antarilmu sekaligus menyerap nilai-nilai karakter,” ujarnya.
Selain penguatan aspek akademik, kegiatan kokurikuler ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta serta kepedulian lingkungan melalui konsep Adiwiyata.
Koordinasi ini turut membahas pembagian peran guru, penyusunan indikator penilaian terpadu, serta pemanfaatan platform digital untuk mendukung pelaksanaan proyek.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, MTsN 9 Bantul optimistis kegiatan kokurikuler berbasis proyek ini mampu menjadi ruang eksplorasi bagi siswa dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir, serta karakter secara seimbang. (wwt)