20 Agustus 2026 superadmin 14
Sleman (MTsN 9 Bantul)—Semangat mengenal sejarah dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan turut mewarnai rangkaian Perkemahan Pramuka Murid Madrasah (Perkamuda) jenjang MTs se-DIY di kawasan Bumi Perkemahan Rama Shinta dan Pengembangan Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Kamis (20/08/2026). Dalam salah satu mata lomba bercerita, murid MTsN 9 Bantul tampil membawakan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro.
Melalui penampilannya, perwakilan MTsN 9 Bantul mengajak peserta dan penonton mengenal lebih dekat sosok Pangeran Diponegoro beserta perjuangannya melawan penjajahan. Keberanian, keteguhan prinsip, semangat pantang menyerah, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi nilai-nilai utama yang diangkat dalam cerita.
Kisah tersebut disampaikan secara ekspresif dengan memperhatikan alur, karakter tokoh, intonasi, ekspresi, serta penghayatan. Kemampuan mengolah cerita menjadi bagian penting agar peristiwa sejarah tidak sekadar terdengar sebagai rangkaian fakta, tetapi dapat dihayati dan meninggalkan pesan bagi para pendengar.
Lomba bercerita menjadi salah satu cara menarik untuk mendekatkan sejarah kepada generasi muda. Murid tidak hanya dituntut memahami materi yang akan disampaikan, tetapi juga mengolahnya menjadi sebuah penampilan yang komunikatif. Proses tersebut sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum, kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri.
Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berbeda dalam mempelajari sejarah. Jika biasanya kisah perjuangan pahlawan ditemukan melalui buku atau pembelajaran di kelas, dalam Perkamuda 2026 murid memperoleh kesempatan untuk menghidupkan kembali cerita tersebut melalui panggung dan tutur.
Kepala MTsN 9 Bantul sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan, Siti Solichah, mengapresiasi keikutsertaan murid dalam lomba tersebut. Menurutnya, pengenalan terhadap tokoh bangsa perlu diikuti dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang dapat diteladani dalam kehidupan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Pangeran Diponegoro sebagai tokoh sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangannya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberanian, keteguhan, dan semangat pantang menyerah merupakan karakter yang penting bagi generasi muda,” ungkap Siti Solichah.
Keikutsertaan dalam lomba bercerita juga menjadi bagian dari pengalaman murid MTsN 9 Bantul selama mengikuti Perkamuda 2026. Selain mengembangkan keterampilan kepramukaan, para peserta memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan literasi, komunikasi, seni, serta wawasan kebangsaan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Bagi murid, kisah Pangeran Diponegoro menjadi pengingat bahwa kepahlawanan tidak hanya berbicara tentang perjuangan pada masa lalu. Nilai keberanian, tanggung jawab, kegigihan, dan kecintaan terhadap bangsa dapat diwujudkan dalam kehidupan mereka saat ini melalui kesungguhan belajar, kedisiplinan, kepedulian, dan keberanian melakukan hal yang benar.
Melalui Perkamuda 2026, MTsN 9 Bantul terus mendorong murid untuk belajar dari sejarah sekaligus berani mengekspresikan pemahamannya secara kreatif. Dari panggung bercerita di bumi perkemahan, semangat perjuangan Pangeran Diponegoro kembali digaungkan sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mencintai bangsanya. (wwt)