12 Mei 2026 superadmin 5
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Suasana berbeda tampak di lingkungan MTsN 9 Bantul pada hari ini, Selasa (12/05/2026). Para siswa mengikuti rangkaian Ujian Madrasah hari ketujuh dengan penuh antusias. Dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada jam pertama serta Bahasa Jawa pada jam kedua, menghadirkan perpaduan nuansa kreativitas dan pelestarian budaya di dalam kelas.
Pelaksanaan ujian berlangsung tertib di 10 ruang ujian dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 155 orang. Pada jam pertama, konsentrasi siswa terfokus pada ujian Seni Budaya dan Prakarya yang menuntut mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengapresiasi nilai-nilai estetika dan prakarya.
Memasuki jam kedua, suasana berganti menjadi lebih kental dengan nuansa kearifan lokal melalui mata pelajaran Bahasa Jawa. Ujian ini menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap unggah-ungguh (tata krama) serta literasi bahasa daerah yang menjadi akar budaya mereka.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa pemilihan kedua mata pelajaran ini dalam satu hari memberikan keseimbangan mental bagi siswa.
“Melalui Seni Budaya dan Prakarya, kita mengasah sisi kreativitas dan rasa, sementara melalui Bahasa Jawa, kita memperkuat identitas karakter dan etika siswa. Ini adalah bagian dari upaya madrasah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berbudaya,” ujarnya.
Meskipun fokus pada pengerjaan soal, para siswa tetap menunjukkan kedisiplinan tinggi. Tidak terlihat ketegangan yang berlebihan; justru semangat untuk memberikan yang terbaik terpancar dari wajah mereka.
Kegiatan ujian hari ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata bagi MTsN 9 Bantul dalam melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa di tengah perkembangan zaman. (wwt)