12 Mei 2026 superadmin 7
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan di lingkup pendidikan, Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, mengikuti kegiatan sosialisasi mengenai 24 Indikator Program Adiwiyata Mandiri secara daring, Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan Sistem Informasi Adiwiyata yang dikenal dengan sebutan “SIDIA”.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut berlangsung di Aston Imperial Bekasi, Jalan KH. Noer Ali Nomor 177, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pimpinan satuan pendidikan mengenai standar terbaru dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan secara rinci 24 indikator yang menjadi tolok ukur penilaian sekolah Adiwiyata. Indikator-indikator ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi kegiatan lingkungan yang terintegrasi dalam pembelajaran serta kegiatan rutin sekolah.
“Keikutsertaan kami secara daring dalam sosialisasi ini merupakan langkah strategis bagi madrasah untuk menyelaraskan program kerja. Fokus kami bukan sekadar meraih penghargaan, tetapi membangun karakter siswa agar memiliki kesadaran ekologis yang tinggi,” ujar Siti Solichah di sela-sela kegiatan.
Selain pembahasan indikator teknis, sesi pengenalan aplikasi Si Dia menjadi poin penting dalam pertemuan ini. Sistem informasi tersebut dirancang untuk mendigitalisasi proses administrasi dan pelaporan program Adiwiyata sehingga lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Dengan pemahaman baru mengenai 24 indikator dan sistem digital tersebut, MTsN 9 Bantul berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi mandiri serta menyusun rencana aksi yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari guru, staf, hingga siswa.
Langkah ini diharapkan dapat membawa MTsN 9 Bantul menuju pencapaian prestasi Adiwiyata di tingkat yang lebih tinggi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, nyaman, dan berkelanjutan. (wwt)