29 April 2026 superadmin 16
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Siswa kelas IX MTsN 9 Bantul kembali menunjukkan capaian membanggakan melalui kegiatan presentasi kokurikuler, Rabu (29/04/2026). Mereka sukses memamerkan sekaligus mempresentasikan karya kreatif berupa buku digital (e-book) yang mengangkat kisah tokoh-tokoh sejarah lokal. Kegiatan ini menjadi puncak dari proyek pembelajaran berbasis karya yang telah dipersiapkan secara matang dalam beberapa waktu terakhir.
Mengusung tema proyek “Local Heroes Digital Storybook”, pembuatan e-book ini tidak sekadar menjadi tugas akhir. Siswa ditantang untuk menelusuri rekam jejak tokoh-tokoh penting di lingkungan sekitar, kemudian mengemasnya dalam bentuk narasi dwibahasa (bilingual). Proyek ini selaras dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan penguatan karakter, kecintaan terhadap budaya lokal, serta literasi digital siswa di Fase D.
Wiwit Lestari selaku koordinator kokurikuler kelas IX memberikan apresiasi atas hasil karya para siswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam pembelajaran.
“Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar aspek teknis digital, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan tokoh lokal. Mereka mampu menggabungkan riset sejarah, keterampilan bahasa, dan desain dalam satu karya yang utuh,” ujarnya.
Dari sisi visual, karya e-book yang ditampilkan juga mendapat pujian. Tampilan desain yang rapi, pemilihan warna yang harmonis, serta penyajian konten yang menarik membuat hasil karya siswa terlihat profesional dan nyaman dibaca.
Dalam sesi presentasi, para siswa secara bergiliran menjelaskan proses kreatif yang mereka lakukan, mulai dari pengumpulan data, penyusunan alur cerita, pemilihan visual, hingga tahap digitalisasi. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap karya yang mereka hasilkan.
Keberhasilan proyek ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas IX menjelang akhir masa studi mereka. Selain itu, karya e-book yang dihasilkan juga direncanakan untuk didokumentasikan sebagai bahan bacaan inspiratif bagi adik kelas, sekaligus bukti nyata kreativitas siswa MTsN 9 Bantul dalam mengintegrasikan literasi, teknologi, dan nilai budaya. (wwt)