JAWAKU-LIB Hadir! Inovasi Kelas 7D Tingkatkan Literasi di Masemba

25 Februari 2026 superadmin 6

JAWAKU-LIB Hadir! Inovasi Kelas 7D Tingkatkan Literasi di Masemba

Bantul (MTsN 9 Bantul) – Upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan Masemba kembali digelorakan oleh siswa. Program inovatif bertajuk JAWAKU-LIB (Jadwal Wajib Kunjung Literarium) yang digagas siswa Kelas 7D MTsN 9 Bantul dalam mata pelajaran TIK bersama guru pengampu Dewi Sinta resmi dilaksanakan pada Rabu (25/02/2026).

 

Program JAWAKU-LIB lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap masih rendahnya minat baca serta kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas literasi di lingkungan sekitar madrasah. Melalui program ini, siswa dijadwalkan secara rutin untuk mengunjungi literarium atau ruang baca sebagai bagian dari pembiasaan literasi.

 

Tidak hanya berfokus pada membaca buku cetak, JAWAKU-LIB juga mengintegrasikan literasi digital dalam pelaksanaannya. Siswa diajak memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari, memilah, serta mengolah informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
 

Dewi Sinta menegaskan bahwa integrasi literasi dan teknologi menjadi ruh utama kegiatan tersebut.

 

“Di era digital saat ini, literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami dan menyaring informasi digital secara cerdas. Melalui JAWAKU-LIB, siswa belajar berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi,” ujarnya.

 

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam program ini, di antaranya kunjungan rutin ke literarium, pembuatan ringkasan digital dari buku yang dibaca, presentasi hasil bacaan menggunakan media TIK, hingga kampanye literasi melalui poster dan media sosial.

 

Antusiasme siswa Kelas 7D tampak jelas dalam setiap kegiatan. Mereka tidak hanya aktif membaca, tetapi juga berbagi cerita dan wawasan baru kepada teman serta keluarga. Dampaknya pun mulai terasa, sejumlah warga Masemba turut memanfaatkan fasilitas baca yang tersedia setelah melihat semangat para siswa.

 

Program JAWAKU-LIB diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Masemba. Kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat menjadi kunci agar literasi tidak sekadar menjadi aktivitas membaca, melainkan gerakan bersama menuju generasi yang cerdas, kritis, dan melek teknologi. Semangat JAWAKU-LIB membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di ruang kelas, untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas. (ds)