13 Juli 2026 superadmin 3
Bantul (MTsN 9 Bantul)—MTsN 9 Bantul menggelar aksi Ekoteologi yang diawali dengan kegiatan bersih kelas sebagai bagian dari pembiasaan karakter religius dan peduli lingkungan pada Senin (13/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX sebagai wujud implementasi program madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Konsep ekoteologi menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui kegiatan ini, murid diajak memahami bahwa merawat lingkungan belajar merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan didampingi wali kelas dan guru, seluruh murid bergotong royong membersihkan ruang kelas masing-masing. Mereka menyapu, mengepel, menata meja dan kursi, membersihkan jendela serta ventilasi, sekaligus menata kembali lingkungan kelas agar lebih bersih, rapi, sehat, dan nyaman sebagai tempat belajar.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa kegiatan Ekoteologi merupakan salah satu bentuk penguatan karakter yang memadukan nilai religius dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa keimanan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui pembiasaan sederhana seperti membersihkan kelas, kami berharap murid memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong yang akan menjadi bagian dari karakter mereka,” ujarnya.
Selain kegiatan bersih kelas, rangkaian aksi Ekoteologi juga diisi dengan penataan taman madrasah, penanaman tanaman, pemilihan Duta Ekoteologi, serta penyusunan laporan kegiatan sebagai bentuk refleksi dan dokumentasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 9 Bantul dalam mendukung terwujudnya madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Melalui program ini, MTsN 9 Bantul berharap nilai-nilai religius, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong terus tumbuh dalam diri murid serta diterapkan tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di rumah dan masyarakat sebagai wujud nyata Generasi BERLIAN yang berintegritas, religius, unggul, berwawasan global, dan ramah lingkungan. (wwt)