11 Mei 2026 superadmin 6
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang kelas yang dijadikan lokasi Ujian Madrasah (UM) di MTsN 9 Bantul pada pelaksanaan ujian hari keenam, Senin (11/05/2026). Dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Pendidikan Pancasila pada jam pertama serta Bahasa Arab pada jam kedua, menghadirkan kolaborasi antara penguatan karakter nasionalisme dan pendalaman spiritualitas bagi para siswa.
Pelaksanaan ujian yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX berjumlah 155 orang dengan pembagian 15 hingga 16 siswa di setiap ruang ujian ini dimulai pukul 07.30 WIB dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Dalam sesi ini, para siswa ditantang untuk merefleksikan pemahaman mereka mengenai konstitusi, hak asasi manusia, dan nilai-nilai luhur Pancasila. Ujian ini bukan sekadar pemenuhan nilai akademik, melainkan upaya madrasah dalam memastikan setiap lulusannya memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air yang kokoh sebagai warga negara.
Memasuki jam kedua, fokus siswa beralih pada mata pelajaran Bahasa Arab. Sebagai bahasa literasi agama, ujian ini menguji kemampuan linguistik sekaligus kedekatan siswa dengan teks-teks keagamaan. Transisi dari pembahasan mengenai ketatanegaraan menuju kaidah bahasa asing yang sarat nilai spiritual ini mencerminkan identitas khas siswa madrasah yang unggul dalam IPTEK namun tetap berakar pada IMTAK.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa pemilihan kedua mata pelajaran tersebut secara berurutan memberikan pesan yang mendalam.
“Hari ini kita melihat harmoni yang luar biasa. Di satu sisi, anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik melalui Pendidikan Pancasila, dan di sisi lain mereka mengasah kemampuan bahasa yang menjadi kunci dalam memahami literatur agama. Inilah wujud nyata profil pelajar madrasah yang moderat, nasionalis, sekaligus agamis,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan panitia ujian, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar. Penggunaan teknologi dalam ujian kali ini juga membantu proses pengerjaan soal menjadi lebih efisien tanpa mengurangi esensi nilai kejujuran yang terus ditekankan oleh para pengawas.
Dengan berakhirnya ujian hari ini, diharapkan para siswa tidak hanya menguasai materi secara kognitif, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme dan spiritualitas tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. (wwt)