CPNS MTsN 9 Bantul Ikuti Seminar Aktualisasi di BDK Semarang, Angkat Program LENTERA sebagai Inovasi Layanan BK

8 Oktober 2025 superadmin 43

CPNS MTsN 9 Bantul Ikuti Seminar Aktualisasi di BDK Semarang, Angkat Program LENTERA sebagai Inovasi Layanan BK

Bantul (MTsN 9 Bantul)—Pelaksanaan Seminar Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Agama berlangsung di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, pada Rabu (08/10/2025). Salah satu peserta seminar adalah Rika Nur Syafitri, calon Guru Ahli Pertama Bimbingan dan Konseling (BK) di MTsN 9 Bantul, yang mempresentasikan inovasi bertajuk Program LENTERA (Layanan Konseling Terpadu Remaja Masemba). Program ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan BK di kelas IX dengan menghadirkan layanan konseling terpadu, yang memperpadukan teknologi digital (kotak curhat online) sebagai wadah curhatan siswa, kemudian memperpadukan dengan berbagai pendekatan dalam konseling yang lebih humanis, reflektif, dan menyenangkan bagi siswa, serta dengan adanya pojok baca BK yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa ketika berada di ruang BK. Pelaksanaan seminar berjalan dengan lancar, diikuti dengan suasana yang penuh semangat dan apresiasi terhadap gagasan yang dikembangkan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, selaku mentor turut memberikan dukungan dan penguatan terhadap program yang disusun. Ia menyampaikan bahwa program LENTERA telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu siswa kelas IX untuk lebih terbuka dan aktif dalam proses konseling. Selain itu, Kepala Madrasah juga berharap agar program ini dapat dikembangkan dan diterapkan pada jenjang kelas VII dan VIII, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh siswa madrasah.

 


Sementara itu, Miftahudin, selaku penguji seminar, memberikan apresiasi dan harapan besar terhadap keberlanjutan program LENTERA. Ia menilai bahwa inovasi ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat peran guru BK di madrasah melalui integrasi berbagai pendekatan dalam proses konseling. Dengan layanan yang lebih empatik dan adaptif, diharapkan siswa akan merasa lebih nyaman, diterima, dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan bimbingan konseling. Kegiatan seminar aktualisasi ini berakhir dengan suasana yang hangat dan menggembirakan, menandai langkah awal bagi guru BK madrasah untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang bermakna bagi perkembangan peserta didik. (rn)