25 Juni 2026 superadmin 21
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Rangkaian Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) dan keseruan Class Meeting di MTsN 9 Bantul telah resmi berakhir. Namun, sebelum memasuki masa libur panjang dan menerima laporan hasil belajar, para siswa tidak langsung bersantai. Mereka kompak menggelar aksi gotong royong membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekitar madrasah pada Kamis (25/06/2026).
Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 9 Bantul sebagai madrasah peduli lingkungan sekaligus bentuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya dalam menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat belajar.
Sejak pagi hari, seluruh siswa kelas VII dan VIII membagi tugas secara berkelompok. Mereka tidak hanya menyapu dan mengepel lantai, tetapi juga merapikan sudut baca kelas, membersihkan kaca jendela, menata kembali meja dan kursi, hingga merawat tanaman di area depan kelas masing-masing.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan di penghujung tahun ajaran sebagai sarana menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembentukan karakter sosial dan spiritual peserta didik.
"Pendidikan di madrasah kami bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas. Melalui kegiatan Adiwiyata ini, siswa belajar secara langsung tentang arti kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian. Kami ingin mereka menutup tahun ajaran ini dengan meninggalkan jejak kebaikan bagi madrasah," ungkapnya.
Selain untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah, kegiatan gotong royong ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut kedatangan orang tua atau wali murid pada saat pembagian rapor akhir tahun.
"Kami ingin memberikan kesan terbaik dan suasana yang nyaman bagi orang tua yang hadir menerima laporan hasil belajar putra-putrinya. Ruang kelas yang bersih dan tertata rapi merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada para wali murid," ujar Zulisti Sudarojah selaku Koordinator Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul.
Melalui kegiatan ini, MTsN 9 Bantul berharap budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam diri siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di kehidupan sehari-hari selama masa liburan. (wwt)