5 Mei 2026 superadmin 4
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) memasuki hari kedua pada Selasa (05/05/2026). Pada hari ini, ratusan siswa kelas IX MTsN 9 Bantul dihadapkan pada dua tantangan yang berbeda namun saling melengkapi: ketajaman logika dalam mata pelajaran Matematika pada jam pertama serta pendalaman nilai-nilai moral dalam Akidah Akhlak pada jam kedua.
Sejak pagi, suasana hening menyelimuti ruang-ruang ujian yang berjumlah 10 ruang, ditambah satu laboratorium komputer yang diperuntukkan bagi siswa pondok. Para siswa tampak fokus mengerjakan soal dengan memanfaatkan kertas coretan. Menggunakan aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD), mereka berupaya memecahkan berbagai persoalan numerik dan logika matematika. Ketelitian menjadi kunci utama dalam sesi ini, di mana kemampuan analisis siswa diuji secara maksimal.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa kombinasi mata pelajaran di hari kedua ini memiliki makna tersendiri bagi perkembangan siswa.
"Ujian hari ini adalah potret keseimbangan pendidikan di madrasah. Pada jam pertama, kita mengasah intelegensi (IQ) melalui Matematika agar siswa berpikir kritis. Pada jam kedua, kita menyentuh sisi spiritual dan karakter (EQ/SQ) melalui Akidah Akhlak. Kita ingin lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti yang santun," ujarnya saat meninjau pelaksanaan ujian.
Memasuki sesi kedua, ketegangan dari soal-soal matematika mulai mencair, berganti dengan suasana reflektif saat siswa mengerjakan soal Akidah Akhlak. Materi yang diujikan mencakup pemahaman tauhid, adab kepada sesama, hingga penerapan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama bagi setiap insan madrasah.
Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian hari kedua berjalan tertib dan lancar. Kendala teknis maupun administratif tidak ditemukan, dan seluruh peserta didik hadir tepat waktu dengan semangat kompetisi yang sehat. Pihak panitia berharap konsistensi dan integritas yang ditunjukkan siswa dapat terus terjaga hingga hari terakhir ujian. Dengan semangat “Madrasah Mandiri Berprestasi”, ujian ini bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan ajang pembuktian kualitas pembelajaran selama tiga tahun terakhir. (wwt)